Rabu, 26 Oktober 2016

OVERHAUL MOBIL

OVERHAUL MOBIL

Melepas mesin dari mobil 

Hasil gambar untuk overhaul mesin mobil

1. Lepaskan pemegang tutup mesin dan lepaskan tutup mesin.
2. Keluarkan pada radiator dan blok silinder.
3. Keluarkan oli mesin.
4. Keluarkan aki.
5. Lepaskan saringan udara bersama rumalmya.
6. Buka kabel gas dan cuk karburator.
7. Lepaskan pipa bensin melalui sambungan pada saringannya.
8. Lepaskan selang masuk heater (pemanas) pada saluran isap
9. Lepaskan kawat primer dan tegangan tinggi pada distributor.
10. Lepaskan thermosensor air. 
11. Lepaskan kabel-kabel motor starter dan switch tekanan oli.
12. Kendorkan klem selang, setelah itu lepaskan selang radiator dan bawah dari radiator dan pompa air.
13. Lepaskan air.
14. Buka baut tangkai, srtelah alternator dan copot tali kipas. setelah itu lepas atau copot altemator.
15. Lepaskan dudukan alternator.
16. Lepas pipa buang depan dari saluran buang. Kemudian buka saluran buangan dari kop silinder. 
17.  Lepas starter motor. .
18.  Lepas pelat penutup dari rumah kopling.
19.  Topang transmisi dengan dongkrak yang cocok.
20.  Lepaskan transmisi dari pengikat dudukan mesin.
21.  Pasang rantai (seling) yang cocok pada gantungan mesin.
cantolkan rantai pada alat angkat yang memadai. Setelah itu angkat rantai sedikit ke atas hingga tidak kendor.
22.  Lepaskan braket dudukan mesin di sebelah kanan dan kiri.
23. Tarik mesin ke depan hingga poros yang masuk transmisi benar-
benar kelihatan. Angkat mesin dari kendaraan.



Membongkar mesin
Setelah mesin diturunkan dari mobil, maka overhaul (membelah) mesin dapat dimulai dengan urutan langkah sebagai berikut.

1. Melepas distributor


a. Cabut kabel busi.
b. Cabut selang dari vacuum advance control canister (kanister kontrol pemaju vakum).
c. Lepaskan mur penahan distributor dan cabut distributor dari kop silinder.


2. Melepas pompa bahan bakar


a. Copot pipa bensin dari pompa bensin yang ke karburator.
b. Lepaskan baut dudukan pompa bensin. Copot pompa bensin, insulator, dan gasketnya.
c. Lepas penyumbat dan pendorong pompa dari balok silinder.


3. Melepas kipas pendingin dan puli


a. Lepas baut dudukan kipas pendingin dari boss pompa air.
b. Lepaskan kipas bersama puli.


4. Melepas pompa air


a. Copot mur dudukan pompa air.
b. Lepaskan batang/tangkai penyetel alternator. 
c. Lepas pompa air dan gasketnya. 


5. Melepas thermostat


a. Lepaskan baut dan cabut tutup thermostat bersama gasketnya.
b. Copot thermostat.


6. Melepas saluran isap dan kaburator


Lepas mur-mur karburator dan saluran isap secara keseluruhan

bersama gaskotnya.


7. Melepas saringan oli 


a. Lepas saringan oli dengan kunci yang pas. 
b. Lepaskan switch tekanan oli.


8. Melepas poros kam dan kop silinder


a. Lepas baut-baut dan tutup tuas klep (rocker mm) dan gasketnya
b. Cabut seal oli setengah Iingkaran dari ujung kop silinder
c. Pasang alat penahan (SST) untuk menahan roda gila.
d. Lepaskan mur dari ring, Iantas dorong gigi pemutar di tributor dan spaser dari poros kam.

e. Lepaskan baut pengikat kop silinder dan tutup rantai timing.
f. Kendorkan baut kop silinder dua atau tiga tahap sesuai urutan yang ditunjukkan gambar.
g. Lepaskan rangkaian tuas klep.
h. Tarik poros kam ke belakang agar lepas dari sproket poros kam.
i.  Buka sproket poros kam.
j. Lepaskan kop silinder berikut gasketnya.

Catatan :
Bila poros kam saja yang dilepas, rantai timing harus ditahan menghadap ke atas agar sliper blade pada tensioner rantai tidak melejit dan penyetelan rantai terjadi sulit.


9. Melepas katup dan per katup (kepala silinder dilepas)


a. Gunakan sikat kawat halus dan motor bor untuk membersihkan kerak karbon dari ruang bakar.
b. Gunakan SST seperti pada gambar dan tekanlah per katup.

Catatan:
Taruh panahan katup dudukan per atas, pegas katup dudukan per bawah, dan katup secara berurutan pada kotak bensin agar Iebih mudah merakitnya.

c. Lepaskan penahan katup, dudukan per atas, per katup, dan
dudukan pcr bawah.

d. Lepaskan katup. 


10. Melepas pull poros engkel (crankshaft pulley)


a. Pasang SST untuk menahan roda gila.   
b. Lepaskan baut dan cabut puli dari poros engkol.


11. Melepas kopling dan roda gila


a. Pasangkan SST untuk menahan roda gila.
b. Lepaskan baut dan lepas tutup kampas kopling (matahari) dan kampas kopling.

Catatan :
Kampas kopling jangan kena oli atau gemuk.

c. Lepaskan baut-baut dan copot roda gila dari poros engkol
d. Lcpaskan SST.


12. Melepas bak oli


a. Balikkan blok silinder.

b. Lepaskan baut-baut dan lepaskan oli bersama gasketnya.


13. Melepas taplsan oli
Lepaskan baut-baut dan tapisan oli beserta gasket.


14. Melepas tutup rantai timing


a. Lepaskan baut, tutup rantai timing, dan gasketnya.
b. Lepaskan oli slinger dari poros engkol.


15. Melepas tensioner dan panahan getaran rantai


a. Lepaskan baut dan Iepaslah pemandu rantai
b. Lepaskan pula baut dan penahan getaran rantai. 


16. Melepas sprokef dan rantai pompa oli


a. Lepaskan penyetel rantai.
b. Lepaskan mur dan ring pada sproket pompa oli.
c. Cabut sproket pompa oli, sproket poros engkol, dan rantai penggerak secara keseluruhan. 


17. Melepas pompa oli 


a. Lepaskan baut dan tutup pompa.
b. Lepaskan motor dan poros dari blok silinder. 


18. Melepas sprokei poros engkol dan rantai timing


a. Lepaskan spaser (ganjal), sproket poros engkol, dan tutup
dari pores engkol. 
b. Lepaskan pasak sproke pada poros engkol.


19. Melepas piston dan setang piston.


a. Lepas baut dan tutup setang piston.

Catatan:
Jangan merusakkan crankpin dengan setang piston. Hati-hati waktu melepasnya.

b. Tekan piston dan setang piston ke luar dari blok silinder. Gunakan gagang palu untuk mendorongnya ke luar sampai ring piston lepas dari silinder.
c. Tekatl pasak piston keluar dengan SST.

Perhatikan:
Jaga piston dan pasaknya diletakkan berurutan untuk setiap silindernya agar mudah memasangnya.


20. Melepas poros engkol


a. Lepaskan baut dudukan tutup metal duduk (main bearing).
b. Lepaskan tutup metal duduk belakang dengan SST. Keluarkan thrusnwashernya.

c. Lepas tutup metal lainnya.
d. Lepas seal oli dari poros engkol belakang.
e. Lepas poros engkol.

SISTEM KELISTRIKAN BODI BAGIAN LUAR

A.  SISTEM KELISTRIKAN BODI BAGIAN LUAR   
Sistem kelistrikan bodi yang terpasang pada bodi kendaraan untuk bagian luar ini terdapat beberapa sistem lampu dan tanda. Sistem-sistem tersebut yaitu :
  1. Lampu besar/kepala
  2. Lampu tail/belakang
  3. Lampu rem
  4. Lampu jarak/kota
  5. Lampu tanda belok
  6. Lampu hazard
  7. Lampu plat nomor
  8. Lampu mundur
  9. Lampu kabut
  10. Klakson
B.  SISTEM KELISTRIKAN BODI BAGIAN DALAM
Sistem kelistrikan yang terpasang di bagian dalam ini meliputi :
       1. Lampu indicator dan instrument lainya yang terpasang pada dashboard
       2. Lampu ruangan/lampu kabin
Kelistrikan bodi bagian luar.
1.  Lampu besar/kepala
 
                     Gambar : Rangkaian sistem lampu kepala 

Sistem lampu besar/kepala merupakan lampu penerangan yang berfungsi untuk menerangi jalan dibagian depan kendaraan terutama pada malam hari. Pada umumnya lampu besar/kepala ini dilengkapi dengan lampu jarak jauh dan lampu dekat (high beam dan low beam) dan dapat dihidupkan  dari salah satu switch oleh dimmer switch. Jarak jangkau sinar yang dipancarkan oleh lampu kepala jarak jauh harus dapat melebih 100 m. Ada kalanya lampu besar ini dimainkan (memberikan tanda) pada saat kendaraan kita mau mendahului kendaraan yang berada di depanya.
Ada dua tipe lampu yang digunakan pada lampu besar/kepala yaitu :
a.  Lampu besar tipe sealed beam.
Lampu besar tipe sealed beam ini, dimana penggunaan bola lampunya tidak terpisah, melainkan keseluruhan terpasang menjadi satu unit seperti bola lampu dan filament terpasang di depan kaca pemantul untuk menerangi kaca lensa.
 
              Gambar lampu kepala jenis sealdbeam

b.  Lampu besar tipe semisealed beam.
Lampu tipe ini  konstruksinya, berbeda dengan lampu model seald beam, dimana bola lampunya terpisah dengan dudukanya, sehingga kalau suatu saat terjadi kerusakan pada salah satunya, dapat diganti dengan mudah cepat sehingga tidak diperlukan penggantian secara keseluruhan. Misal apabila bola lampunya putus atau terbakar, maka bola lampunya saja yang diganti. Tidak seperti halnya lampu tipe seald beam, kalau terjadi kerusakan maka harus diganti seacara keseluruhan.
Bola lampu besar semi sealed beam tersedia dalam tipe seperti berikut:
            -   Bola lampu biasa
            -   Bola lampu Quartz – halogen
 
                          Gambar bola lampu halogen

Cara memasang pada seat mengganti bole lampu Quartz Halogen
Bola lampu quartz halogen lebih panas dibandingkan dengan bola lampu biasa saat digunakan, umur lampu ini akan lebih pendek bila oli atau gemuk menempel pada permukaannnya. Lagi pula garam dalam keringat manusia dapat menodai kacanya (quartz). Untuk mencegah ini peganglah bagian flange bila mengganti bola lampu untuk mencegah jari-jari menyentuh quartz.
 
                  Gambar Cara memasang bola lampu halogen
2.  Lampu jarak dan lampu belakang
Lampu kecil untuk dalam kota ini berfungsi untuk memberi isyarat kepada pengendara yang ada dibelakang ada  serta lebarnya dari sebuah kendaraan pada malam hari bagi pengendara yang di beakangnya, baik yang ada di depan maupun di belakang. Lampu-lampu tersebut untuk yang bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearence light) dan yang dibagian belakang disebut dengan lampu belakang (tail light).
 
         Gambar Rangkaian, Letak lampu jarak dan lampu belakang beserta saklarnya
3.  Lampu Rem (brake light)
Lampu rem (brake light) berfungsi untuk memberi tanda kepada pengendara yang ada di belakng mau berhenti atau mempelambat laju kendaraan. Sehingga pengendara yang ada dibelakang tahu dan ini juga untuk menghindari terjadinya benturan pada saat melakukan pengereman. Lampu rem ini diberi warna merah dan bola lampunya mempunyai dua buah yang satu untuk lampu kota/belakang. Switch rem terpasang pada bagian pedal, sehingga pada saat melakukan pengereman secara otomatis lampu rem akan menyala.
 
                                             Gambar  Rangkaian lampu rem
4.  Lampu tanda belok (turn sighal light)
Lampu tanda belok atau yang lebh dikenal dengan istilah lampu sein yang dipasang di bagian depan dan belakang ujung kendaraan yang berwarna kuning. Berfungsi  untuk memberi isyarat pada kendaraan yang ada di depan, belakang dan sisi kendaraan bahwa pengendara bermaksud untuk membelok atau pindah jalur. Lampu tanda belok mengedip secara tetap antara 60 sampai 120 kaii setiap menitnya. Lampu bisa berkedip karena dilengkapi dengan flasher, Flasher tanda belok adalah suatu alat yang menyebabkan lampu belok mengedip secara interval. Flasher pada umumnya menggunakan tipe semi - transistor yang kompak, ringan dan dapat diandalkan. Ada juga yang model tabung dan divariasikan dengan suara. Dalam flasher tanda belok tipe semi-transistor, bila bola lampunya putus, maka mengedipnya mulai cepat dari yang normal, dan ini merupakan tanda kepada pengemudi untuk menggantinya.
 
                         Gambar Rangkaian  lampu tanda belok
5.  Lampu hazard (hazard warning light)
Lampu hazard digunakan pada saat keadaan darurat untuk memberi isyarat keberadaan kendaraan dari bagian depan, belakang dan kedua sisi selama berhenti atau parkir dalam keadaan darurat. Lampu yang digunakan menyatu dengan lampu tanda belok, tapi pada saat dinyalakan seluruh lampu mengedip serempak depan dan belakang kiri kanan..
  
                                      Gambar Lampu Hazard
6.  Lampu plat nomor
Lampu plat nomor berfungsi untuk  menerangi plat nomor bagian belakang. Lampu plat nomor menyala bila lampu belakang menyala.
 
                               Gambar Lampu Plat Nomor
7.  Lampu mundur
Lampu mundur (back up light) dipasang pada bagian belakang kendaraan dan berwarna putih berfungsi untuk member tanda kepada pengebdara lain atau orang yang berada dibelakang pada saat kendaraan mundur, Karena lampu mundur switch (saklar) nya dipasang pada transmisi, Lampu mundur akan menyala bila tuas transmisi diposisikan mundur dengan kunci kontak ON.
 
                                               Gambar Lampu Mundur

8.  Lampu kabut
Lampu kabut digunakan pada saat cuaca berkabut, jalanan berdebu atau hujan lebat.
Penggunaan lampu harus mengikuti aturan yang    berlaku yakni :
Pemasangan kedua lampu harus berjarak sama baik yang kanan dari titik tengah kendaran. Lampu kabut dihubungkan bersama-sama lampu jarak dekat (pada saklar dim). Lampu kabut.tidak dihidupkan bersama-sama dengan lampu jarak dan hanya dihidupkan bersama lampu kota. Lampu kabut boleh menggunakan lensa wama putih atau warna kuning.
 
               Gambar Rangkaian lampu kabut
Bila lampu kabut akan diaktifkan maka saklar larnpu kepala harus pada posisi lampu jarak dekat. Saat saklar lampu kabut diaktifkan, arus listrik dari saklar lampu kepala akan mengalir ke relay melalui saklar lampu kabut. Dengan aktifnya relay maka arus listrik dari baterai akan mengalir ke lampu kabut melalui sekering dan relay. 
9.  Kelakson

                                Gambar rangkaian kelakson

Kelakson berfungsi untuk memberikan tanda dengan suara/bunyi kepada pengendara lain atau pejalan kaki yang berada di depan kendaraan.
 
             Gambar tombol kelakson pada steer

Kelakson umumnya ada jenis, yaitu :
a. Kelakson elektrik 
 
                          Gambar jenis kelakson elektrik
       
         b. Kelakson angin tau udara
 
                          Gambar jenis Kelakson angin

Kelakson elektrik prinsip kerjanya merubah energy listrik menjadi energy bunyi, hampir setiap kendaraan menggunakan kelakson elektrik ini. Sedangkan kelakson angin menggunakan tekanan tiupan angina tau udara untuk menghasilkan bunyi.
Kelistrikan bodi bagian dalam
1.  Lampu ruangan (dome light)
Lampu ruangan atau lampu kabin berfungsi untuk menerangi interior ruangan penumpang yang dirancang agar tidak menyilaukan pengemudi pada malam hari. Umumnya lampu ruangan (interior) letaknya dibagian tengah ruang penumpang kendaraan untuk menerangi interior dengan merata. Lampu ini disatukan dengan switchnya yang mempunyai 3 (tiga) posisi yaitu : ON, DOOR dan OFF. (untuk memberi kemudahan keluar masuk pada malam hari, lampu ruangan dapat disetel hanya menyala bila salah satu pintunya dibuka. Ini dapat dilakukan dengan menyetel switch pada posisi DOOR.
                          Gambar Lampu ruangan
2.  Lampu Instrumen Panel (lampu meter).
Lampu instrumen panel terpasang pada bagian dashboard digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada malam hari dan memungkinkan pengemudi membaca meter-meter dan gauge dengan mudah dan cepat pada saat mengemudi. Lampu instrumen panel akan menyala bila lampu belakang (tail light) menyala. Ada beberapa model yang dilengkapi dengan lampu pengontrol rheostat yang memungkinkan pengendara mengontrol terangnya lampu-lampu pada instrumen panel.
Macam-macam bola lampu dan titik pengunci dalam mengganti bola lampu.
Tipe bola lampu bervariasi yang digunakan pada sebuah kendaraan, dapat dikiasifikasikan dalam beberapa cara.
1)  Bola lampu model single - end 
Tipe bola lampu ini hanya mempunyai satu base cap yang juga sebagai penghubung ke massa.
Blola lampu singie - end selanjutnya diklasifikasikan ke dalam dua jenis sesuai dengan jumlah dari filament. Single filament pada bola lampu model single - end dan double filament pada bola lampu  single end.
         Gambar Jenis bola lampu single - end
Bola larnpu dipasang pada socket dengan menernpatkan pin pada base cap.

Mengganti bola lampu
Tekan bola lampu kedepan socket untuk melepas pin base cap tidak mengunci pada tarikan socket, putar bola lampu tersebut dan tarik keiuar untuk melepasnya.
Memasang bola lampu
Dalam rnemasang bola lampu yang baru urutannya adalah kebalikan dari cara melepasnya.
 
          Gambar Mengganti dan Memasang bola lampu

Pin pada bola lampu double filament single - end letaknya tidak segaris (offset) dalam pengaturan tingginya. Hal ini Untuk mencegah kesalahan posisi pernasangan lampu.

2) Bola lampu widge - base (socket gepeng).
Tipe bole lampu ini mempunyai satu filament dan filamennya berhubungan langsung dengan socket terminal.
                Gambar Bola lampu wigde - base
Mengganti bola lampu
Tarik bola lampu keluar dengan menggunakan jari tangan.
Memasang bola lampu
Dorong/tekan bola lampu pada lubang socket
             Gambar Memasang dan melepas bola lampu
3)  Bola lampu dengan ujung ganda
Tipe bola lampu ini mempunyai satu filament dan dua base-cap. seperti pada gambar berikut:
Memperbaiki / mengganti bola lampu
Tekan salah satu den terminal socket dam untuk membuka tarik keluar bola lampu tersebut.
Memasang bola lampu
Tempatkan salah satu ujungnya ke dalarn lubang kemudian dorong / tekan yang     lainnya sehingga kedua ujung masuk pada lubangnya masing-masing.
                      Gambar Bola lampu dengan ujung ganda

Sistem dan Jenis – Jenis Rem pada Mobil

SISTEM DAN JENIS-JENIS REM PADA MOBIL 

Rem dirancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau untuk memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting pada kendaraan dan berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin pengendaraan yang aman.
rem 1Gambar Sistem Rem.

PRINSIP KERJA REM

Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan dengan pemindah daya. Kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (eneri gerak) untuk menggerakkan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.
rem 2Gambar Prinsip Kerja Rem

TIPE REM

Rem yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.
1. Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan.
2. Rem parkir (parking brake) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
3. Rem tambahan (auxiliary brake) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat.
Dalam hal ini, kami akan menjabarkan lebih jauh mengenai rem kaki dan rem parkir, sesuai dengan praktek yang telah kami lakukan.

REM KAKI
Dikelompokkan menjadi 2, yaitu rem hidraulis (hydraulic brake) dan rem pneumatik (pneumatic brake).
Tipe hidraulis lebih respon dan lebih cepat dibanding dengan tipe lainnya, dan juga konstruksinya lebih sederhana. Tipe hidraulis juga mempunyai konstruksi yang khusus dan handal (superior design flexibility). Dengan adanya keuntungan tersebut, rem hidraulis banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truk ringan.
rem 3Gambar Rem Tipe Hidraulis

Sistem rem pneumatik termasuk kompresor dan sejenisnya yang menghasilkan udara bertekanan yang digunakan untuk menambah daya pengereman. Tipe rem seperti ini banyak digunakan pada kendaraan berat seperti truk dan bus.
Komponen – komponen utama pada rem hidraulis adalah sebagai berikut.
1. Booster rem
2. Master silinder rem
3. Katup pengimbang (proportioning valve)

1. BOOSTER REM
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak cukup kuat untuk segera dapat menghentikan kendaraan. Booster rem melipat gandakan daya penekanan pedal, sehingga daya pengereman yang lebih besar dapat diperoleh.
Booster rem mempunyai membran yang bekerja dengan adanya perbedaan tekanan antara tekanan atmosfir dan kevakuman yang dihasilkan dari dalam intake manifold mesin. Master silinder dihubungkan dengan pedal dan membran untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari langkah pedal yang minimum. Bila booster rem tidak dapat berfungsi dikarenakan satu dan lain hal, booster dirancang sedemikian rupa sehingga hanya tenaga boosternya saja yang hilang. Dengan sendirinya rem akan memerlukan gaya penekanan pedal yang lebih besar, tetapi kendaraan dapat direm dengan normal tanpa bantuan booster.
Booster rem dapat dipasang menjadi satu dengan master silinder (tipe integral) atau dapat juga dipasangkan secara terpisah dari master silinder itu sendiri. Tipe integral ini banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truk kecil. Untuk kendaraan yang digerakkan oleh mesin diesel booster remnya diganti dengan pompa vakum karena kevakuman yang terjadi pada intake manifold pada mesin diesel tidak cukup kuat.
Booster rem terutama terdiri dari rumah booster (booster body), piston booster, membran (diaphragm), reaction mechanism dan mekanisme katup pengontrol (control valve mechanism). Booster body dibagi menjadi bagian depan (ruang tekan tetap) dan bagian belakang (ruang tekan variasi) dan masing-masing ruang dibatasi dengan membran dan piston booster.
Mekanisme katup pengontrol (control valve mechanism) mengatur tekanan di dalam ruang tekan variasi (variable pressure chamber). Termasuk katup udara, katup vakum, katup pengontrol dan sebagainya yang berhubungan dengan pedal rem melalui batang penggerak katup (valve operating rod).
rem 4Gambar Booster Rem

2. MASTER SILINDER REM
Berfungsi untuk mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidraulis. Master silinder terdiri dari reservoir tank, yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan silinder, yang membangkitkan tekanan hidraulis.
Ada dua  tipe silinder, yaitu tipe tunggal dan tipe ganda. Master silinder tipe ganda (tandem type master cylinder) banyak digunakan dibandingkan dengan tipe tunggal (single type).
Master silinder tandem, sistem hidraulisnya dipisahkan menjadi dua, masing-masing untuk roda depan dan belakang. Dengan demikian bila salah satu sistem tidak bekerja, maka sistem lainnya akan tetap berfungsi dengan baik.
rem 5 Gambar Master Silinder

Pada kendaraan penggerak roda belakang, salah satu sistem rem hidraulis pada roda depan dan sistem yang satunya terletak pada roda belakang. Pada kendaraan penggerak roda depan terdapat beban tambahan pada roda depan. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan sistem hidraulis split silang (diagonal split hydraulic system) yang terdiri dari satu set saluran rem untuk roda kanan depan dan kiri belakang, dan satu set saluran rem untuk roda kiri depan dan kanan belakang, dengan demikian efisiensi pengereman tetap sama pada kedua sisi (tetapi dengan setengah daya penekanan normal) walaupun salah satu dari kedua sistem tersebut terjadi kerusakan.
rem 6Gambar Diagonal Split Hydraulic System

Pada kendaraan penggerak roda belakang, salah satu sistem rem hidraulis pada roda depan dan sistem yang satunya terletak pada roda belakang. Pada kendaraan penggerak roda depan terdapat beban tambahan pada roda depan. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan sistem hidraulis split silang (diagonal split hydraulic system) yang terdiri dari satu set saluran rem untuk roda kanan depan dan kiri belakang, dan satu set saluran rem untuk roda kiri depan dan kanan belakang, dengan demikian efisiensi pengereman tetap sama pada kedua sisi (tetapi dengan setengah daya penekanan normal) walaupun salah satu dari kedua sistem tersebut terjadi kerusakan.
rem 7Gambar Proportioning Valve Tipe Ganda

REM PARKIR
Cara kerja tipe rem tromol, sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut. Kabel rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem.

KONSTRUKSI REM
1. Rem Cakram
Cara kerja rem cakram:  Saat pedal rem di injak maka tenaga akan diteruskan ke booster rem. Booster rem bekerja melalui bantuan mesin, sehingga kerja rem lebih kuat tetapi tenaga yang kita keluarkan tidak terlalu besar. Setelah melalui Booster, maka piston Booster akan mendorong piston-piston dalam reservoir yang terdapat dalam master cylinder rem. Setelah terdorong maka piston-piston dalam reservoir akan mendorong minyak rem menuju rem setiap roda. Setelah minyak rem sampai dalam rem tiap roda maka minyak akan mendorong piston yang akan diteruskan mendorong brake shoe (kampas rem) hingga terjadi gesekan antara brake shoe dengan disc brake.
rem 8Gambar Rem Cakram

REM PARKIR
Cara kerja tipe rem tromol, sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut. Kabel rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem.

KONSTRUKSI REM
1. Rem Cakram
Cara kerja rem cakram:  Saat pedal rem di injak maka tenaga akan diteruskan ke booster rem. Booster rem bekerja melalui bantuan mesin, sehingga kerja rem lebih kuat tetapi tenaga yang kita keluarkan tidak terlalu besar. Setelah melalui Booster, maka piston Booster akan mendorong piston-piston dalam reservoir yang terdapat dalam master cylinder rem. Setelah terdorong maka piston-piston dalam reservoir akan mendorong minyak rem menuju rem setiap roda. Setelah minyak rem sampai dalam rem tiap roda maka minyak akan mendorong piston yang akan diteruskan mendorong brake shoe (kampas rem) hingga terjadi gesekan antara brake shoe dengan disc brake.
rem 9Gambar Rem Belakang